Minggu, 04 Desember 2011

Cara Menggerakkan Kursor Komputer Tanpa Mouse

Zaman sekarang adalah zaman serba instan. Penggunaan komputer selalu dilakukan dengan menggunakan bantua mouse. Jika mouse rusak atau hilang bagaimana? Apakah pekerjaan atau penggunaan komputer akan diberhentikan penggunaannya?
Zaman sekarang kan ada Laptop, jadi jangan takut kalau tanpa mouse karena ada alat sensitifitasnya. Ops.... bagaimana jika sensitifitasnya juga rusak? Apa yang anda lakukan? Bagaimana cara menggerakkan kursornya?

Berikut ini adalah cara mengerakan menggerakkan kursor tanpa mouse, tapi menggunakan keyboard apabila mouse sobat  rusak.
Cara mengerakan kursor tanpa mouse adalah sebagai berikut:

  1. Tekan tombol ALT (sebelah kiri) + Shift (sebelah kiri) + NumLock secara bersamaan. Cara ini akan memunculkan windows MouseKeys. Seperti gambar di bawah ini 

     
  2. Selanjutnya klik tombol Settings, beri tanda centang pada pilihan Use MouseKeys.
Nah sampai disini sobat bisa mengerakan kursor tanpa mouse.  Fungsi mouse keysnya sudah aktif. Silahkan coba menggerakkan kursor menggunakan tombol-tombol angka di keypad numerik.
Angka 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 9 digunakan untuk menggerakkan kursor ke atas, bawah, samping kanan / kiri, dan ke arah diagonal. Sedangkan angka 5 berfungsi seperti tombol klik pada mouse. Untuk  drag & drop gunakan kombinasi angka dengan tombol insert.

Demikianlah suatu trik yang bisa saya sharingkan kepada anda penikmat blog atau situs-situs internet. Semoga dapat bermanfaat.
Terimakasih.
^_^ 

Minggu, 27 November 2011

Legenda Raja Sonang

Versi Bahasa Indonesia:



Dahulu kala ada dua anak dari Parhutala, adapun kedua anak tersebut yakni:
  • Raja Humirtap;
  • Raja Sonang.
Suatu saat Parhutala menyuruh kedua anaknya mendirikan sebuah Istana, dan kemudian mereka berangkat mengarungi danau untuk menuju hutan yang bernama Ulu Darat. Tanpa sengaja mereka berjumpa dengan Saudara Perempuan mereka Boru Saroding yang sudah menikah dengan Guru Sodungdangon yaitu Kera yang Sakti yang berwujudkan manusia.

Dikarenakan dahulu kala Boru Saroding belum di nikahi secara adat atau di bawa kawin tanpa sepengetahuan pihak dari Boru Saroding baik juga para penitua-penitua, maka Raja Humirtap dan Raja Sonang memberikan suatu sanksi berupa denda. Adapun denda yang mereka ajukan kepada pihak Guru Sodungdangon adalah masing Raja Humirtap dan Raja Sonang mendapatkan satu bakul yang berisikan
  1. kunyit;
  2. sirih;
  3. rotan, dan
  4. ijuk.
dan merekapun berpesan agar kiranya tak bisa menampakkan diri selama 7 hari 7 malam.






_bersambung_









Versi Bahasa Batak:


Dua do anak ni Parhutala, ima:
  • Raja Humirtap;
  • Raja Sonang.
Disada tikk disuru Parhutala ma anakna na dua i mambuat parhau lao pajongjong ruma parsantian, jadi borhat ma nasida taripar tao tu tombak Ulu Darat.

Dinaso panagaman pajumpang nasida dht ibotöna Boru Saroding naung marhamulian tu Guru Sodungdangon ima homang sakti na martompa jolma.

Ala so diparaja dope nauju i Boru Saroding, laos dihata utang ma. Jala dilean ma tu Raja Humirtap dohot Raja Sonang sada be garung2 na marisi:
  1. hunik;
  2. hirik;
  3. hotang, dan
  4. ijuk.


laos ditonahon naso jadi sigatan sampe 7 ari 7 borngin.





_bersambung_














.... to be continue ....


Sumber: Hodler Pakpahan


Sidikalang






Jumat, 04 November 2011

Sejarah HKBP

Sejarah HKBP

HKBP sebagai salah satu gereja dengan jemaat terbesar di Asia dan merupakan wadah persekutuan umat Kristen dari suku Batak yang memiliki dinamika di dalam sejarah perkembangannya dari masa ke masa. Dengan berakhirnya krisis HKBP dan penyatuan kembali jemaatnya kiranya dapat menjadi pemacu untuk pelaksanaan pelayanan dan pekabaran Injil bersama-sama dengan jemaat Tuhan lainnya, agar semua suku, kaum dan bangsa yang berada di wilayah Indonesia dan di seluruh dunia mendapat baptisan di dalam nama
Allah Bapa, PuteraNya Yesus Kristus dan Roh Kudus.Kronologi
1825 – 1829 Perang Bonjol : Tuanku Rau menyerang bangsa Batak1834 Datangnya Pdt. Munson dan Pdt. Lyman utusan Kongsi Zending Amerika (Boston), tetapi mereka berdua tewas terbunuh di Lobupining.
1840 Junghun, seorang antropolog datang ke tanah Batak. Melalui kedatanagannya orang Eropa dapat mengenal orang Batak.
1824 Penginjil yang pertama datang ke tanah Batak, yakni Burton dan Ward
1849 Tuan Van der Tuuk dari Amsterdam – Belanda, utusan Kongsi Bible Netherland yang merupakan pembuka (perintis) jalan untuk pelayanan zending kepada suku Batak. Beliau menterjemahkan sebagian isi Alkitab ke dalam Bahasa Batak, menulis tata Bahasa Batak dan membuat kamus Bahasa Batak – Belanda beserta cerita-cerita rakyat.
1853 Akibat perlakuan yang tidak simpatik dari suku Banjarmasin terhadap pendeta, maka Dr. Fabri pimpinan dari Rheinische Zending – Belanda memutasikan para pendeta dari Banjarmasin ke Tanah Batak, setelah membaca surat yang datang dari Tanah Batak tentang pekabaran Injil yang baru dirintis di Tanah Batak.
1857 Pdt. Van Asselt dari Ermelo-Belanda, utusan Ds. Witteveen, melakukan pelayanan di Tapanuli di Desa Pardangsina (Selatan)
31 Maret 1861 Sebagai tanda diterimanya pekabaran Injil di Tanah Batak dimulai dengan adanya baptis perdana yang dilakukan oleh Pdt. Van Asselt terhadap dua orang suku Batak (Jakobus Tampubolon dan Simon Siregar) di Sipirok.
7 Oktober 1861 Pelayanan Rheinische Mission dari Jerman dimulai di Tanah Batak dan merupakan hari lahirnya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), ditandai dengan berundingnya empat orang Missionaris, Pdt. Heine, Pdt. J.C. Klammer, Pdt. Betz dan Pdt. Van Asselt membicarakan pembagian wilayah pelayanan di Tapanuli.
1862
Berdirinya Jemaat di Sarulla dan Pangalaon Pahae
20 Mei 1864 Pdt. I. L. Nommensen membangun gedung di dusun Dame I yang terletak di Desa Saitnihuta Ompu Sumurung, kemudian dinamakannya Godung Huta Dame.
29 Mei 1864 Pdt. I. L. Nommensen mengadakan kebaktian minggu pertama di Godung Huta Dame, dan meresmikan gereja pertama yang dibangunnya di Tanah Batak, yaitu HKBP Saitnihuta (Huta Dame Saitnihuta) dan HKBP Pearaja (Kedua gereja ini satu kepanitiaan dalam merayakan Pesta Jubileum. Pada tanggal 20 Mei 1964, HKBP Pearaja merayakan Pesta Jubileum ke 100 tahun, tetapi untuk selanjutnya, tanggal 29 Mei merupakan tanggal resmi Pesta Jubileum yang akan dilakukan oleh kedua gereja ini).
25 Desember 1864 Pembaptisan Pertama kepada 3 orang di Gereja Sipirok, yaitu Thomas Siregar, Pilipus Harahap dan Johannes Hutabarat.
27 Agustus 1865 Pembaptisan Pertama kepada 13 orang di Silindung
1867 Berdiri jemaat HKBP Pansurnapitu
1868 Berdiri Sekolah Guru di Parau Sorat Sipirok: Murid pertama berjumlah 5 orang, yaitu: Thomas, Paulus, Markus, Johannes dan Epraim. Guru mereka adalah Dr. A.Schreiber dan Leipold
1870 Permulaan berdirinya Jemaat di Sibolga dan Sipoholon
1872
- Berdiri Sekolah Normal Pemerintah di Tapanuli Selatan
- Berdiri Jemaat di Bahal Batu
1877 Berdiri Seminarium di Pansurnapitu, jumlah murid pertama 12 orang
1878
- Pdt. I. L. Nommensen menerjemahkan Injil ke Bahasa Batak dalam aksara Batak dan aksara Latin.
- 306 Desa di Lembah Silindung masuk dalam pemerintahan Kolonial Belanda
1879 Pdt. Dr. A. Schreiber menterjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Batak Angkola
1881
- Diresmikan HKBP di Balige.
- Penyusunan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga HKBP, dan Pdt. Dr. I. L. Nommensen diangkat menjadi Ephorus HKBP
1883 Sekolah Pendeta Pertama dibuka dan 4 orang putera Batak pertama untuk Sekolah Pendeta, yaitu : Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution dan Johannes Sitompul. Tetapi, Johannes Sitompul wafat sebelum menyelesaikan studinya.
19 Juli 1885 Pemberkatan Pendeta Batak yang pertama di HKBP Pearaja, yakni : Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution.
13 Juli 1889 Diutus RMG Nona Hester Needham (23 Januari 1885 – 12 Mei 1897) melayani kaum ibu dan wanita. Ini menjadi awal pelayanan kepada kaum wanita dan anak-anak di Tanah Batak. Pelayanan Nona Hester Needham dibantu oleh Nona Thora di Silindung dan Nona Nieman di Toba.
1 Januari 1890 Terbit Surat Parsaoran Immanuel (Jurnal Gereja)
8 Januari 1890 Dimulai Nona Hester Needham melayani anak-anak, kaum perempuan di Pansurnapitu, serta turut membimbing murid-murid Sekolah Pendeta di Seminari Pansurnapitu.
1893 Sekolah Zending mendapat subsidi dari Pemerintah
1894 Perjanjian Lama di terjemahkan ke dalam Bahasa Batak oleh Pdt. P.H. Johannsen
16 Juli 1895 Nona Hester Needham ditemani seorang gadis Mandailing, Domi, mengadakan perjalanan ke Muarasipongi Kotanopan.
3 Mei – 26 Juli 1896 Nona Hester Needham melayani di Malintang, menginjili di tengah-tengah penganut agama lain di Mandailing Nametmet. Juli, Nona Hester Needham melayani di Maga hingga akhir hayatnya, serta di makamkan di tanah yang telah dibelinya sebelumnya.
1898 Terbit untuk pertama kalinya Kalender Gereja
1899 Dimulai “Pardonaion Mission Batak” yang didirikan orang Kristen Batak serta dipimpin Pdt. Henock Lumbantobing menginjili di daerah yang belum disentuh Injil, yakni: Pulo Samosir, Simalungun dan Dairi.
1900 Berdiri Sekolah Anak Raja dengan pengantar Bahasa Belanda di narumonda Toba. Guru Pohing dan Pdt. Otto Marcks. Sekaligus berdiri di tempat yang sama Sekolah Tukang.
2 Juni 1900 Berdirinya Rumah Sakit di Pearaja, yang di tahun 1928 pindah ke Tarutung (RSU Tarutung Sekarang)
5 September 1900 Berdiri Perkampungan penderita Kusta di Huta Salem Laguboti.
1901 Seminari Pansurnapitu pindah ke Sipoholon
1903
- Pemberitaan Injil ke Tanah Simalungun dimulai.
- Sekolah anak Raja di Narumonda menjadi Seminarium
- 7 Oktober Pesta Peringatan Kekristenan yang pertama di Tanah Batak.
1907 Berdiri Jemaat di Pematangsiantar
27 April 1908 Hari lahirnya Jemaat di Sidikalang.
1911 Berdiri Distrik di HKBP, yakni : Tapanuli Selatan (dh. Angkola), Silindung, Humbang, Toba (termasuk Samosir), Sumatera Timur (Simalungun – Ooskust).
1912 Pendeta HKBP Pertama di tempatkan di Medan
1917 “Hatopan Christen Batak” berdiri di Tapanuli sebagai organinasi masyarakat.
23 Mei 1918 Pdt. Dr. I.L. Nommensen meninggal dunia di Sigumpar
1918 Pdt. V. Kessel menjadi Pejabat Ephorus hingga tahun 1920
1919 Holland Inland School (HIS) Zending berdiri di Narumonda
1920 Pdt. Dr. J. Warneck dipilih menjadi Ephorus HKBP.
1922
- Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Jakarata
- Guru Jemaat HKBP pertama di tempatkan di Padang
- 20 Juni: Sinode Agung (Sinode Godang) I di HKBP
3 Desember 1923 Dimulai pelayanan diakonia di Hepata
1927
- Berdiri MULO Kristen di Tarutung
- Pelayanan kepada kaum Muda yang dipimpin Dr. E. Verwiebe. Pada Juni 1952 dalam rapat Pemuda di Sipoholon ditetapkan menjadi NHKBP, dan menjadi awal minggu kebangkitan NHKBP (Parheheon)
1930 Berlaku Aturan Gereja (AD dan ART) yang baru.
11 Juni 1931 HKBP diakui pemerintah dengan Badan Hukum (Rechtperson) No. 48, yang tertulis di Staatsblad Tahun 1932 No. 360
1932 Pdt. P. Landgrebe dipilih menjadi Ephorus.
1934
-Berdiri Sekolah Tinggi Teologia di Jakarta, utusan HKBP yang pertama adalah : T.S. Sihombing, K. Sitompul, O. Sihotang dan P.T. Sarumpaet.
- Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Kutacane, Tanah Alas.
-Berdiri Sekolah Bibelvrouw (Penginjil Wanita) di Narumonda yang dipimpin Zuster Elfrieda Harder. Tahun 1938 Sekolah ini pindah ke Laguboti.
1935 Pentahbisan Bibelvrouw yang pertama
1936 Pdt. Dr. E. Verweibe dipilih menjadi Ephorus.
1940
- 10 Mei semua Pendeta Jerman yang melayani di HKBP dipenjarakan Pemerintah Belanda
- Bulan Mei s/d Juli Ds. de Kleine menjadi Pejabat Ephorus.
- 10-11 Juli : Sinode Godang, Pdt. K. Sirait dipilih menjadi Voorzitter (Ephorus ) yang pertama dari Pendeta Batak.
1942
- Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi Ephorus.
- Tanggal 25 Nopember berdiri Distrik Samosir
- Distrik Jawa Kalimantan berdiri
1945 Kemerdekaan Republik Indonesia
1946
- 2 Februari : Berdiri Distrik Dairi.
- Sekolah Guru Huria (SGH) dibuka kembali di Seminarium Sipoholon
1947 Berdiri kembali Sekolah Pendeta di Seminarium Sipoholon
1950
- 4 Nopember : Berdiri Sekolah Teologia Menengah di Sipoholon
- Pdt. Justin Sihombing dipilih kembali menjadi Ephorus HKBP dan Ds. K. Sitompul menjadi Sekretaris Jenderal melalui Sinode Godang.
1951
- Universitas Bonn menganugerahkan gelar “Doktor Honoris Causa” kepada Pdt. J. Sihombing.
- 29 Nopember : Beridiri Distrik Sibolga dan Medan Aceh.
- Ditetapkan Sinode Godang Konfesi HKBP
- Berdiri Percetakan HKBP di Pematangsiantar
1952
- Berdiri SMA dan SGA di Tarutung
- HKBP menjadi Anggota LWF (Lutheran World Federation)
1954
- Pdt. B. Marpaung diutus Zending Batak menginjili di Pulau Mentawai
- 7 Oktober : Peresmian Universitas Nommensen di Pematangsiantar, sekaligus perpindahan Pendidiakan Teologia dari Seminarium Sipoholon ke Pematangsiantar.
- Nopember : Berdiri Distrik Toba Hasundutan.
- 15 Desember Penyerahan Rumash Sakit HKBP dari Pemerintah ke HKBP.
1955
- 13 Februari : Berdiri Panti Asuhan Elim di Pematangsiantar
- 25 Agustus : Berdiri Sekolah Puteri di Sipoholon
1957 17 Maret : Kirchentag (Kebatian Raya) di Pematangsiantar
1959 Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi kembali Ephorus HKBP dan Ds. T.S. Sihombing menjadi Sekretaris Jenderal. .
1961
- Berdiri Sekolah Tekhnik di Pematangiantar
- 7 Oktober : Jubileum 100 tahun HKBP di Tarutung
1962
- 3-7 Oktober : Sinode Godang Istimewa di Seminarium Sipoholon
- Ds. T.S. Sihombing dipilih menjadi Ephorus dan Ds. G.H.M. Siahaan menjadi Sekretaris Jenderal.
- Ditetapkan Aturan Peraturan (Ad & ART) yang baru.
1963
- Konferensi Kerja HKBP yang pertama.
- 1 September : HKBP Melepaskan HKBP Simalungun menjadi Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
- Awal dari Penginjilan di Sakai Kandis Riau.
- Kursus kaum Ibu yang pertama di Sipoholon.
1965
- 7 Februari : Peresmian Asrama Diakones HKBP “Kapernaum” di Rumah Sakit HKBP Balige.
- 9 April : Asrama Bibelvrouw di Sinaksak Pematangsiantar dimulai pemakaiannya, dan diresmikan tanggal 9 Juli 1967.
1966 6 Februari : Peresmian Youth Center “Jetun Silangit”
1967 2 April : Peresmian Asrama Pniel di Rumah Sakit HKBP Balige
1968 19 Februari : Peresmian Gedung-gedung di FKIP Universitas HKBP Nommensen di Pematangsiantar.
1971
- 17 Mei : Pendidikan Diakones dibuka di Balige.
- 17 Mei : Pembaptisan pertama kepada orang Rupat (daerah Penginjilan) sebanyak 136 orang yang dilayankan oleh Pdt. A.B. Siahaan, dkk.
- 11 Desember : Peresmian Asrama Bethel dan Betania di Rumah Sakit HKBP Balige.
1972
- 28 Mei : Peresmian Perkampungan Pendeta Pensiun dan Kantor Departemen Diakonia Sosial di Pematangsiantar.
- Ditetapkan Aturan Peraturan (ADT & ART) yang baru
- 30 Desember: Berdiri Distrik Tanah Alas
1974
- Universitas Wittenberg menganugerahkan gelar “Doktor Hanoris Causa” keda Pdt. T.S. Sihombing.
- 31 Juli : Berdiri Distrik Asahan Labuhan Batu
- Pdt. G.H.M. Siahaan dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. Dr. F.H. Sianipar menjadi Sekretaris Jenderal.
- 2-3 Nopember : Jubileum 75 tahun Zending HKBP.
1976
- 27 Januari: Peresmian Pendidikan Diakones HKBP di Balige
- 2 Agustus: HKBP memandirikan HKBP Angkola.
1978
- 23-27 Januari: Sinode Godang Istimewa di Simanare Sipoholon
- Fakultas Theologia Universitas HKBP diputuskan menjadi Sekolah Tinggi Teologia (STT) HKBP.
- Pdt. P.M. Sihombing, MTh terpilih menjadi Sekretaris Jenderal HKBP
1979 24 Juni: Peresmian Distrik Simarkata Pakpak
1980
- 11 Juni: Kursus Ketrampilan Pria berdiri di Parparean Porsea
- 11 Agustus: Kursus Ketrampilan Wanita berdiri di Doloksanggul
1983
- 24 Februari: Persemian Distrik Tebing Tinggi Deli
- 28 Agustus: Penahbisan Diakones Pertama di HKBP Balige
1985 Februari: Peresmian Distrik Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)
1986
- 27 Januari: Peresmian Auditorium HKBP di Seminarium Sipoholon
- 27 Juli: Penahbisan Pertama Pendeta Wanita di HKBP, Pdt. Norce P Lumbantoruan, STh
- 14 Agustus: Peresmian Kantor Induk HKBP di Pearaja Tarutung
1987
- 27-31 Juni: Sinode Godang ke 48
- Pdt. Dr. S.A.E. Nababan, LLD. dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. O.P.T. Simorangkir, SmTh. menjadi Sekretaris Jenderal.
1988
- 23 Mei: Berdiri Distrik Humbang Habinsaran
- 10-15 Nopember: Sinode Godang Ke 49 menetapkan Garis-garis Besar Kebijaksanaan Pembinaan dan Pengembangan (GBKPP) HKBP
1990
- 20 – 9 Juli: Perkemahan Kerja Pemuda HKBP di Sipirok
- 10 – 15 Juli: Konferensi Pemuda di Sipirok
- 18 – 21 Juni: Konsultasi Teologia di Parapat
1991 9 – 12 April: Sinode Godang Ke 50
1992 23 – 28 Nopember: Sinode Godang Ke 51. Ada 3 agenda di Sinode Godang ini, yaitu; Penyelesaian Kemelut HKBP, Periode Fungsionaris dan menetapkan Aturan Peraturan (AD dan ART) HKBP untuk tahun 1992 s/d 2002. Sinode berhasil memutuskan: Tim Penyelesaian Kemelut dan Aturan HKBP 1992 – 2002 (AD) tanpa Peraturan (ART). Pemilihan Fungsionaris HKBP tidak terlaksana, terjadi keributan dan perpecahan di tubuh HKBP hingga tahun 1998.
1993 11 – 13 Februari: Sinode Godang Istimewa di Medan melalui undangan Pejabat Ephorus. Di Sinode ini terpilih Pdt. Dr. P.W.T. Simanjuntak sebagai Ephorus dan Pdt. Dr. S.M. Siahaan sebagai Sekretaris Jenderal.
1994
- 29 September – 1 Oktober: Sinode Godang ke 52 menetapkan Aturan Peraturan (AD & ART) tahun 1994 – 2004.
- 23 Oktober: Peresmian HKBP Distrik Indonesia Bagaian Timur (IBT)
1995
- 16 – 17 Juni: Sinode Godang Penyatuan HKBP Simarkata Pakpak Otonom dan GKPPD
- 6 agustus: HKBP memandirikan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)
- 24 September: Peresmian HKBP Distrik Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta (Jabartendy)
1996
- 17 – 22 Nopember: Sinode Godang ke 53 membicarakan Konfesi HKBP
1998
- 26 Oktober – 1 Nopember: Sinode Godang ke 54 di Pematang Siantar / Balige.
- Pdt. Dr. J.R. Hutauruk terpilih sebagai Pejabat Ephorus dengan tugas menyelenggarakan rekonsiliasi selambat-lambatnya enam bulan.
- 17 Nopember: Pernyataan bersama yang ditanda tangani Ephorus Pdt. D. Dr. S.A.E. Nababan, LLD dan Pejabat Ephorus Pdt. Dr. J.R. Hutauruk di Gereja HKBP Sudirman Medan, menentukan rekonsiliasi melalui Sinode Godang Rekonsiliasi tanggal 18 – 20 Desember.
- 18 – 20 Desember: Sinode Godang HKBP di Kompleks FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Pdt. Dr. J.R. Hutauruk terpeilih sebagai Ephorus dan Pdt. W.T.P. Simarmata, MA terpilih sebagai Sekretaris Jenderal
2000
- 26 Juli: Konfrensi Nasional HKBP di Convention Center Jakarta
- 21 – 24 Nopember: Sinode Godang di Seminarium Sipoholon nemetapkan ” Kebijakan Dasar Pendidikan HKBP” (KDP-HKBP)
2002
- 30 September – 1 Oktober: Sinode Godang di Seminarium Sipoholon menetapkan Aturan Peratutan (AD&ART) yang baru, berlaku 1 Januari 2004, dan Distrik : Jakarta 2, Kepulauan Riau, Jakarta 3, Riau, Langkat, Wilayah Tanah Jawa, Jambi.;


 Sumber:
http://rapolo.wordpress.com/2003/10/16/sejarah-hkbp/

Sejarah Batak

Sejarah Batak

Versi SEJARAH mengatakan si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus ke Semenanjung Malaysia lalu menyeberang ke Sumatera dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 Km arah Barat Pangururan, pinggiran Danau Toba sekarang.

Versi LAIN mengatakan, dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba. Diperkirakan si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke-13). Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama si Raja Buntal adalah generasi ke-20. 

Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof. Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan COLA dari India menyerang SRIWIJAYA yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang TAMIL di Barus. Pada tahun 1275 MOJOPAHIT menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar rahun 1.400 kerajaan NAKUR berkuasa di sebelah timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh. 

Dengan memperhatikan tahun-tahun dan kejadian di atas, diperkirakan si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur danau Toba (Simalungun sekarang), dari Selatan danau Toba (Portibi) atau dari Barat danau Toba (Barus) yang mengungsi ke pedalaman, akibat terjadi konflik dengan orang orang Tamil di Barus
Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya yang ditempatkan di Portibi, Padang Lawas dan sebelah timur Danau Toba (Simalungun). 
Sebutan Raja kepada si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya. Demikian halnya keturunan si Raja Batak seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan dsb, meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah.

Selanjutnya menurut buku TAROMBO BORBOR MARSADA anak si Raja Batak ada 3 (tiga) orang yaitu : 

- GURU TETEABULAN;
- RAJA ISUMBAON dan
- TOGA LAUT. 

Dari ketiga orang inilah dipercaya terbentuknya Marga Marga Batak.


Sumber: http://rapolo.wordpress.com/2003/10/14/33/#comment-1746

Rabu, 02 November 2011

Dalihan Natolu (Danato)

Dalihan Natolu (Danato)

     Salah satu prinsip orang Batak Toba adalah dengan prinsip Dalihan Natolu, atau sering disebut dengan Danato.

    Adapun yang dimaksud dengan Dalihan Natolu adalah sebagai berikut :

1. Somba Marhula-hula/semba/hormat kepada keluarga pihak Istri.
2. Elek Marboru (sikap membujuk/mengayomi wanita) 
3. Manat Mardongan Tubu (bersikap hati-hati kepada teman semarga).

    Jika kamu adalah orang Batak Toba, maka jangan anggap sepele dengan hal ini, supaya kiranya engkau tidak disebut "Dang Maradat". Karena biasanya orang Batak Toba lebih sakit hati di sebut dengan "Dang Maradat". Hal ini di ibaratkan dengan orang yang tidak bermoral.
Semoga hal ini bermanfaat untuk para pembaca.

Terimakasih.

Horas...!!!